Adu Kreativitas Olah Pangan Lokal, Bupati Sorong Dorong Pelajar Ciptakan Menu Sehat


  • 53 
  • Thursday, 22 October 2026 
  • Bara

Adu Kreativitas Olah Pangan Lokal, Bupati Sorong Dorong Pelajar Ciptakan Menu Sehat

AIMAS – Sebanyak 24 sekolah tingkat SMP dan SMA mengikuti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Kabupaten Sorong, Kamis (22/10/2026).


Kegiatan ini mendorong pelajar mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan sehat, menarik, dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.


Lomba yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong tersebut menggunakan bahan pangan lokal, seperti ubi kayu, ubi jalar, pisang, kasbi, petatas, dan keladi. Para peserta ditantang mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi berbagai menu makanan.


Bupati Sorong, Drs. Jhony Kamuru, S.H., M.Si., mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan, para guru, pihak Gramedia, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong yang terlibat dalam kegiatan tersebut.


Jhony mengatakan, lomba ini melatih kreativitas dan kemandirian pelajar, termasuk kemampuan mengolah makanan sendiri dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Menurutnya, kasbi, petatas, dan keladi dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan sehingga pemanfaatannya perlu diperkenalkan kepada generasi muda.


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong, Junita Linda Kamuru, yang turut menjadi juri, mengapresiasi kreativitas peserta dalam menyiapkan bahan, mengolah makanan, hingga menyajikan hasil akhir.


Junita mengatakan, pelibatan pelajar menjadi langkah untuk memperkenalkan pangan lokal kepada generasi muda yang semakin terbiasa dengan makanan praktis dan instan.


Salah satu kreasi yang menarik perhatiannya adalah olahan ubi yang dipadukan dengan keju dan susu. Kreasi tersebut menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi menu dengan cita rasa yang berbeda.


Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dikembangkan menjadi peluang usaha melalui penjualan makanan berbahan pangan lokal.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Lucia Musina Rumbewasz, S.E., menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.


Menurut Lucia, pelibatan 24 sekolah tingkat SMP dan SMA bertujuan mengenalkan pemanfaatan pangan lokal sejak usia sekolah. Para siswa didorong untuk tidak hanya bergantung pada beras dan tepung terigu, tetapi juga mampu mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.


Melalui kegiatan ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong mendorong pelajar membangun kebiasaan mengonsumsi pangan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan pengolahan makanan.


Lomba Cipta Menu B2SA diharapkan dapat memperluas pemanfaatan pangan lokal, mendukung pemenuhan gizi masyarakat, serta membuka peluang pengembangan usaha makanan berbasis potensi daerah.